Backpacking 101: Pengertian Jenis Hinga Salah-Benar Seputar Backpacker

Backpacking 101: Pengertian, Jenis, Hinga Salah-Benar Seputar Backpacker

backpacker adalah

Seorang backpacker berjalan menyusuri gang | Sumber https://ift.tt/FYGtk3R

Backpacker adalah sebuah istilah populer yang menggambarkan sebuah kegiatan travelling yang dilakukan dengan mandiri dan seefisien mungkin. Kini backpacker menjadi salah satu metode travelling paling populer. Meski demikian, karena perkembangan teknologi dan layanan transportasi, sekarang banyak orang yang gayanya seperti backpacker, namun konsep berwisata yang dilakukan orang tersebut tidak cocok dengan tujuan awal backpacker.

Pengertian Backpacker

Secara bahasa, backpacker adalah seseorang yang menggunakan tas punggung. Pengertian tersebut tumbuh mengerucut sehingga menciptakan arti baru bahwa backpacker adalah seeorang pendaki yang menggunakan tas punggung saat mendaki. 

Seiring berjalannya waktu, arti tersebut mengalami pergeseran yang lebih umum. Semenjak saat itu hingga sekarang, backpacker merujuk pada seseorang yang bepergian atau berwisata tanpa membawa banyak barang bawaan, semua kebutuhannya dimuat dalam satu backpack atau tas punggung.

Kamus Cambridge menjelaskan bahwa backpacker adalah a person who travels with backpack, usually not spending very much money and staying in places that are not expensive. Menurut kamus tersebut, backpacker adalah seseorang yang bepergian menggunakan tas punggung. Pengeluaran saat bepergian basanya diminimalisir dan menginap di tempat-tempat tidak terlalu mahal.

Dari pengertian tersebut bisa diambil kesimpulan, bahwa backpacker bukan hanya tampilan bepergian yang sederhana dengan hanya tas punggung. Namun juga tentang bagaimana bisa menjelajah tempat baru dengan biaya seminimal mungkin. Kalau memungkinkan gratis malah lebih bagus.

Mengapa Disebut Backpacker?

Dalam sistem sosial masyarakat di dunia ini, sebutan akan sesuatu hal kerap diambil dari tampilan hal tersebut. Sederhananya, hal itulah yang terjadi pada backpacker. Sebutan itu awalnya muncul saat orang-orang melihat para pendaki yang menjelajahi pegunungan menggunakan tas punggung.

Tampilan orang tersebut menjadi awal mula sebutan backpacker muncul. Lama kelamaan, sebutan backpacker mengalami perluasan dan melekat pada aktivitas bepergian yang lebih luas, tak hanya pendakian. Namun menempel pada aktivitas bepergian menggunakan tas ransel yang dilakukan dengan meminimalisir pengeluaran.

Karena pengeluaran yang ditekan, para backpacker memiliki kecenderungan unik terkait tempat untuk menginap. Kecenderungan pada backpacker adalah memilih hotel atau penginapan yang harganya terjangkau.

Mereka biasa mencari hotel backpacker seperti, hostel, hotel kapsul, atau penginapan murah. Hostel merupakan penginapan di mana fasilitas di dalamnya biasanya digunakan untuk bersama-sama. Kamar hostel biasanya diisi dengan ranjang bertingkat sehingga bisa digunakan untuk beberapa orang.

Hotel kapsul juga bisa menjadi pilihan para backpacker karena harganya cenderung lebih murah. Hotel kapsul memiliki kamar dengan luas minimalis dan hanya bisa memenuhi kebutuhan penggunanya untuk tidur saja. Biasanya berbentuk kapsul-kapsul yang muat untuk 1-2 orang saja.

Backpacker yang kurang cocok dengan shared room seperti di bedpackers hostel Malang, hotel kapsul malang dan tidak cocok dengan kamar sempit seperti di hotel kapsul, biasanya mencari alternatif di penginapan murah.  Penginapan ini biasanya memiliki beberapa karakter yang membuatnya menjadi murah, seperti bangunan lama, dan lokasi yang kurang strategis. Adapun hostel adalah adalah sebuah penginapan yang dirancang sedemikian rupa guna memenuhi kebutuhan akomodasi para traveler atau backpacker akan tempat penginapan murah dengan fasilitas bersama yang cukup komplit.

backpacker adalah

Ilustrasi Sebuah Hostel | Sumber foto: https://ift.tt/75U8MJs

Ciri-Ciri Orang Backpacker

Kalau ditanya ciri-ciri backpacker, orang awam biasa menganggap backpacker adalah orang yang berwisata dengan membawa tas ransel. Padahal, inti dari backpacker itu tidak hanya membawa tas punggung atau ransel. Backpacker adalah melakukan perjalanan dengan biaya seminimal mungkin dan semandiri mungkin.

Ciri-ciri backpacker adalah melakukan perjalanan tidak hanya untuk berwisata. Mereka biasanya mengedepankan proses untuk mencapai daerah yang dituju. Backpacker biasanya tidak langsung menggunakan alat transportasi berbayar. Mereka mengedepankan metode menumpang (hitchhiking). Barulah kalau sudah tidak ada tumpangan yang potensial, backpacker akan menggunakan alat transportasi berbayar.

Backpacker juga akan lebih banyak melakukan interaki dengan orang-orang baru di daerah yang dilewati. Hal itu dilakukan untuk memberikan sensasi yang otentik saat mendatangi daerah baru. Ciri-ciri lain backpacker adalah, bepergian dalam waktu yang cenderung lama. Apabila seseorang berwisata, biasanya waktunya dibatasi, bisa tiga hari hingga sepekan. Kalau backpacker biasanya bepergian mengikuti alur dan bagaimana peristiwa hari itu mengalir membawanya. Perjalanan cenderung tidak direncanakan sehingga bisa sangat lama.

Tujuan Para Backpacker

Tujuan para backpacker sangatlah beragam, meski demikian, Anda pola kecenderungan yang bisa dilihat dari para backpacker. Apabila tujuannya murni berwisata, biasanya tujuan backpacker adalah kota-kota yang memiliki berbagai obyek wisata, terutama yang banyak wisata alamnya seperti Bromo dan juga harus menyiapkan ootd bromo.

Kota-kota yang disukai para backpacker adalah Bali, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan masih banyak lagi. Para backpacker bisa mengunjungi berbagai lokasi wisata dengan cara menumpang mobil atau truk , atau bisa juga naik transportasi umum yang biasanya harganya murah.

Apabila tujuan backpacker tak hanya berwisata, biasanya para backpacker memilih lokasi yang cenderung terpencil. Bahkan sangat mungkin untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang belum populer sebagai tujuan wisata.

Solo Backpacking Atau Grup Backpacking

Secara umum, tidak ada yang salah antara backpacker-an sendiri atau solo backpacking dengan grup backpacking atau berkelompok.  Itu semua tergantung dari tujuan awal si backpacker. Kalau memang tujuannya untuk menenangkan diri, agar menjadi individu yang lebih mandiri, maka solo backpacking bisa menjadi pilihan.

Beda cerita kalau si backpacker ingin membuat kesan tak terlupakan di momen-momen kelulusan sekolah. Biasanya dia akan mengajak sahabat-sahabat dekatnya untuk backpacker-an ke tujuan tertentu. Proses perjalanan mereka akan menjadi kenangan tak terlupakan.

Solo backpacking memiliki keuntungan terkait kebebasan dalam mengatur perjalanan. Namun semua biaya harus ditanggung seorang diri. Tak hanya itu, solo backpacking memerlukan keahlian dalam banyak hal, karena nantinya si backpacker akan melakukan banyak hal seorang diri.

Keuntungan utama dalam grup backpacking adalah biaya perjalanan dan biaya hidup bisa dibagi bersama seluruh peserta. Anda juga bisa memiliki orang lain yang bisa diandalkan apabila memerlukan bantuan.

Hal yang Diperlukan & Tidak Saat Backpacker-an

Saat akan backpacker-an, kita berbicara tentang melakukan perjalanan dengan cara mandiri dan menggunakan barang bawaan seefektif dan seefisien mungkin. Oleh karena itu, Anda harus memahami apa yang perlu dan wajib dibawa dan yang tidak perlu dibawa saat akan backpacker-an.

Barang-Barang Wajib Dibawa Backpacker

Karena  hanya akan membawa satu tas punggung, maka seorang backpacker harus bisa memilih barang-barang utama untuk dibawa, beberapa di antaranya sebagai berikut;

  1. Baju Ganti Secukupnya

Backpacker biaanya hanya membawa baju ganti sedikit. Lebih baik mencuci di perjalanan daripada bawaan terlalu berat.

  1. Obat-Obatan

Backpacker harus siap P3K dan obat-obatan pribadi lain yang dibutuhkan.

  1. Perlengkapan Mandi Khusus Travelling

Backpacker tetap harus membawa peralatan mandi. Sebaiknya alat-alat mandi dikemas dalam kemasan khusus travelling sehingga lebih hemat tempat.

  1. Uang Tunai & non-tunai

Backpacker kemungkinan besar menghabiskan waktu di jalanan. Oleh karena itu manajemen uang sangat penting. Apabila masih memungkinkan melakukan pembayaran non-tunai, sebaiknya pakai cara itu. Kehabisan uang tunai di daerah pelosok akan menyulitkan.

  1. Sandal

Backpacker disarankan membawa sandal karena pastinya tidak nyaman memakai sepatu sepanjang hari. Sepatu yang dipakai juga disarankan sesuai dengan tujuan. Hal itu untuk menghindari diperlukannya sepatu cadangan.

  1. Sunscreen & Lotion Anti-Nyamuk

Sunscreen sangat diperlukan apabila Anda sedang berpetualang di alam terbuka. Tak hanya itu, Anda disarankan selalu membawa lotion anti-nyamuk agar terbebas dari gigitan.

Rekomendasi ini bisa dibilang cocok untuk backpacker secara umum, apabila ada tujuan lain dalam perjalanan, Anda bisa menambahkan barang-barang lain yang wajib dibawa.

Barang yang Tak Perlu Dibawa Backpacker

Intinya barang yang tak perlu dibawa saat backpacker-an adalah barang yang kalau tidak ada, perjalanan masih bisa dilanjutkan dengan lancar. Contohnya sebagai berikut;

  1. Buku/Novel

Barangkali ada di antara kalian yang hobi membaca dan tak ingin lepas dari buku meski saat backpacker-an. Daripada membawa buku, lebih baik Anda membawa versi e-book. Bisa dibaca setiap saat melalui gadget.

  1. Perhiasan

Meski ada rasa ingin menunjukkan perhiasan yang dimiliki. Sebaiknya Anda tidak membawa perhiasan selama backpacker-an.

  1. Alat Bantu Olahraga

Olahraga saat backpacker-an masih bisa dilakukan tanpa alat bantu olahraga. Jadi lebih baik tinggalkan alat bantu olahraga di rumah saja.

  1. Aksesoris Busana

Baju yang dikenakan saat backpacker-an sebaiknya yang praktikal saja. Tak perlu ada aksesoris untuk menambah estetika.

Seperti Backpacker, Tapi Ternyata Bukan

Popularitas backpacker membuat banyak orang ingin mengikutinya. Kini banyak sekali wisatawan yang tampak hanya membawa tas ransel, namun sejatinya dia bukan seorang backpacker.

Meski membawa barang sedikit, seorang wisatawan tidak bisa dibilang backpacker apabila kegiatan wisatanya sudah diatur oleh agen wisata. Tujuan wisata yang dikunjungi semua diatur dan dipilihkan oleh agen wisata. Bukan berarti hal tersebut salah, hanya saja tidak sesuai dengan pengertian backpacker yang sejatinya melakukan perjalanan secara mandiri.

Seorang backpacker harus bisa mengatur jadwal perjalanannya. Apabila ada perubahan harus dipikirkan secara mandiri dan matang-matang. Proses perjalanan dan interaksi dengan orang baru tulah yang menjadikan dia seorang backpacker.

Mitos Salah Tentang Backpacker

Perkembangan informasi membentuk berbagai macam konsep tentang backpacker. Meski demikian, Anda harus memahami konsep-konsep yang kurang tepat mengenai backpacker. Banyak yang menganggap backpacker merupakan model travelling yang low budget. Anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat. Backpacker adalah proses perjalanan yang mandiri dan efisien. Hal tersebut tidak berarti backpacker akan murah. 

Anggapan lain yang kurang tepat tentang backpacker adalah, tidak memiliki rencana yang matang. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya, karena memilih metode yang mandiri, efektif, dan efisien, backpacker malah sering menyusun rencana perjalanan secara mendetail.

Anggapan-anggapan tersebut kini masih ramai diperbincangkan. Meski demikian, backpacker sejati tetap memiliki cara dan metode tersendiri dalam melakukan perjalanan.

Fenomena Umrah/Haji Backpacker

Sebagai bukti luasnya pengertian backpacker adalah sebuah fenomena yang disebut dengan Haji atau Umrah backpacker. Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang baru karena sudah ada sejak puluhan tahun lalu, Haji backpacker adalah seseorang yang menuju ke Mekkah untuk beribadah haji, namun perjalanan dilakukan dengan mandiri.

Haji backpacker biasa dilakukan dengan perjalanan darat, si backpacker akan menentukan rute yang akan dilewati. Dia kemudian menggunakan transportasi umum atau menumpang untuk setahap demi setahap memasuki Arab Saudi.

Perjalanan Haji backpacker sangat berisiko tinggi.  Seseorang harus siap dengan segala birokrasi di setiap negara. Selain itu perbedaan mata uang juga menjadi tantangan tersendiri.  Di Indonesia, fenomena ini pernah difilmkan dengan judul Haji Backpacker rilis 2014, ceritanya diambil dari novel yang memiliki judul sama.

Ultralight Backpacking

Agara informasi mengenai backpacker yang Anda pahami semakin mendalam, Anda perlu mengetahui salah satu metode yang ada di dunia backpacker. Salah satu metode yang dimaksud adalah ultralight backpacking.

Metode tersebut memang lebih dikenal oleh para backpacker yang udah berpengalaman. Hal itu karena ultralight backpacking mengharuskan si backpacker melakukan perjalanan dengan bawaan sangat efisien, namun tidak mengabaikan unsur keselamatan.

Melalui konsep tersebut, si backpacker harus membawa berbagai barang yang memang khusus untuk metode ultralight. Misalkan untuk berkemah ya harus membawa tenda ultralight namun anti dingin. Jaket ultralight yang tahan dingin. Alat masak dan alat bantu lainnya harus dibuat untuk konsep ultralight.



Baca selengkapnya: https://bedpackers.com/tips/backpacker-adalah/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hostel Malang Kota Terbaik, Youth Hostel, Hotel Kapsul

Jasa Konsultan Roya Sertifikat KPR di BPN Bekasi 2026

5 Rekomendasi Hotel Kapsul Bali Terbaik